Skip to main content

Posts

Showing posts with the label puisi

Hasrat Untuk Berubah

Ketika aku muda dan bebas berkhayal,  aku bermimpi ingin mengubah dunia.  Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku,  kudapati bahwa dunia tak kunjung berubah.  Maka cita-cita itu pun agak kupersempit,  lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku,  namun tampaknya hasrat itupun tiada hasil.  Ketika usiaku semakin senja.  dengan semangat yang masih tersisa,  kuputuskan untuk hanya mengubah keluargaku, orang-orang yang paling dekat denganku.   Tapi celakanya,  mereka pun tidak mau diubah!  Dan kini,  sementara aku berbaring saat ajal menjelang,  tiba-tiba kusadari. "Andaikan yang pertama-tama ku ubah adalah diriku  maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan  mungkin aku bisa mengubah keluargaku.  Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka,  bisa jadi aku pun mampu mengubah negeriku. Kemudian siapa tahu,  Aku pun bahkan bisa mengubah dunia."  Ditulis dan dicatat ulang oleh Eimir Am...

Tentang Air Mata

  Air mata dekat kaitannya dengan menangis. Sewaktu masih kecil saya sering menangis. Saat saya terjatuh dari berlari. Saat saya tidak dibelikan mainan. Saat berkelahi dengan kakak saya untuk hal-hal yang tidak penting. Maupun saat ditinggal ayah atau ibu saya pergi bekerja. Saya selalu diingatkan untuk jangan menangis. Air mata saya pun dihapus. Menangis itu cengeng. Menangis itu memalukan. Dan yang paling saya ingat. Menangis itu tidak menyelesaikan masalah. Begitulah aturan mainnya. Semakin tinggi usia. Saya jarang sekali menangis. Untuk apapun. Beberapa waktu yang lalu saya baru menyadari. Saat mendapatkan masalah diluar kendali saya. Berat sekali. Saya pun linglung. Saya sanggup menahan air mata berbulan-bulan lamanya. Sampai akhirnya saya tahu. Bahwa menjadi manusia sempurna itu tidak mungkin. Bahwa menjadi manusia tanpa masalah itu mustahil. Akhirnya air mata pun jatuh dari tampunganya. Dia sudah tidak sanggu...

Seperti biasanya

Saat ku terpuruk. Seseorang pernah berkata padaku. Jika orang lain bisa, kenapa kamu tidak. Apa Maksudnya? Apakah kamu ingin melihat aku seperti orang lain kebayakan? Aku ingin lebih baik. Dengan caraku. Tapi, bagaimana jika ini. Bagaimana jika itu. Kenapa jadi seperti ini. Kenapa jadi seperti itu. Ternyata aku salah lagi. Sekali lagi masih menjadi manusia teori. Tapi Tapi Tapi Ah sudahlah. Turuti saja apa mau dunia.

Agustus - Desember

Hatiku tak siap terluka Mentalku tak siap beradu. Ragaku tak siap penat. Selalu tak siap lelah. Selalu tak siap memikul beban. Dasar aku, payah sekali. Rasa ini dipaksa ada Dipaksa datang Mana sandaranku? Aku harus kemana. Aku harus bagaimana. Perasaan ini datang diwaktu yang tidak tepat. Selalu saja merasa sendiri. Ini semua karena semesta terus memaksa begini. Seakan berkata, ayo sedikit lagi. Kamu pasti bisa. Katanya ini bukan tentang angka. Tapi proses. Tapi bohong. Ku pikir mereka hanya tau tentang angka. Dari yang sudah-sudah. Aku memang harus begini. Untuk rasa bahagia yang seutuhnya. Untuk nanti yang masih samar-samar belum kulihat. Tenangkan hati. Ingat! kamu bukanlah pusat dunia. Urus saja benar dan salahmu.

tiga potong pisang goreng

Sesuatu telah membatku terenyuh dengan mudahnya Hanya dengan pisang goreng Tidak banyak Hanya tiga potong Ketika bertemu dengan penjual pisang goreng Di pinggir jalan Membeli apa yang ia jual di etalase gerobaknya Tiga puluh pisang goreng Iya benar, sangat banyak Sesaat aku menunggu Di kemaskannya Ku memberi uang Dan menunggu bapak penjual itu menukarkan uangnya Kemudian… Datang seorang ibu-ibu Tidak terlalu tua, ataupun terlalu muda Dia lusuh Dia lecek Dia terlihat kotor dan tidak rapih Mungkin dia pengemis Iya, dia pengemis Jujur ku tak terlalu suka dengan orang yang tidak mau berusaha mendapat rezki dengan cara yang lebih baik padahal sebenarnya dia masih mampu dari fisik nya dia pasti masih bisa tapi mungkin menadahkan tangan terasa jauh lebih mudah bapak penjual memberikan uang kembalian ku ku pikir bapak itu akan memberi uang kepada ibu itu tetapi tidak ternyata dia memberikan tiga potong pisang goreng mili...

-

Problematika Cinta Matahari terasa dingin jika aku selalu dekat denganmu, begitu pula dengan angin malam yang terasa hangat bila denganmu. Aku selalu berharap hal seperti ini selalu adap pada diri kita, entah sampai kapan pun itu. Secangkir teh hangat menemani malam sepiku saat itu, tanpa engkau di sisi kanan, maupun kiri ku. Hanya tetesan air yang terdengar kala itu, dan gemuruh langit yang sedang berseteru. Aku baru merasakan hal seperti ini selama denganmu, kamu menghilang tiba-tiba dari diriku. Orang bilang sayang itu selalu ada disaat kita sepi, selalu ada disaat kita butuh, selalu ada disaat kita merindukan senyuman dan pelukan hangatnya. Malam itu sangat menyiksa ku, membuat aku terpaku meratapi cinta sejatiku. Yang aku inginkan hanyalah dia, dia yang selalu ada disaat aku senang maupun sedih. Aku juga hanya ingin engkau yang menerima aku apa adanya, bukan ada apanya. Aku lebih senang dengan dia yang selalu menghargai keadaan, tanpa pandang masa lalunya. Karena masa ...

"Aku Ingin" Sapardi Djoko Damono

"Aku Ingin" Sapardi Djoko Damono   Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada "Kesederhanaan adalah hal yang membuat semuanya terkesan luar biasa. Cintai Karya Sastra Indonesia mulai dari sekarang!" - Dwitasari Rahmadilla :)